Neuronworks Blog, WebMethods, Oracle, Bea, Java Dev2Dev, Arch2Arch Neuronworks Make IT Easy, Let’s Play the Game » shell

Archive

Posts Tagged ‘shell’

SqlPlus dengan History di Linux

January 6th, 2009

Paling frustasi kalau pake sqlplus, sudah ketik syntax panjang-panjang, waktu dieksekusi ada yang salah, ngetik lagi deh dari awal. Soalnya tidak ada history buat command yang sudah dijalankan. Tidak bisa diedit lagi command yang sudah kita ketik. Solusinya cuma di backspace. :D
Tapi tenang saja, ada solusinya agar sqlplus juga punya kemampuan buat menyimpan history command, seperti Shell Bash di Linux. Yang kita perlukan hanyalah sebuah aplikasi yang bernama rlwrap.
Install dulu rlwrap untuk operating system anda. Dalam contoh ini yang digunakan adalah openSUSE 10.3 yang bisa didapatkan dari http://download.opensuse.org/repositories/openSUSE:/10.3/standard/i586/rlwrap-0.28-27.i586.rpm.
Setelah diinstal kita tinggal menjalankan perintah rlwrap dengan parameternya yaitu sqlplus:

oracle@NeuronServer:~> rlwrap sqlplus

Sqlplus yang terbuka akan memiliki kemampuan menyimpan history command dan line editing sederhana. Gunakan tombol panah atas dan bawah untuk mengakses perintah yang sudah kita jalankan. Kita juga bisa mengedit perintah itu dengan menggeser kursor menggunakan tombol panah kanan dan kiri. Agar konfigurasi rlwrap tadi terus dijalankan setiap login kita gunakan saja fungsi alias dari shell agar setiap kali sqlplus dijalankan yang dipanggil adalah perintah rlwrap dengan parameter sqplus-nya. Buka file .bash_profile yang ada di direktori home user oracle atau user yang dapat menjalankan perintah sqlplus:

oracle@NeuronServer:~> vi ~/.bash_profile

dan tambahkan baris berikut:

alias sqlplus='rlwrap sqlplus'

Cara lainnya dengan menjalankan perintah echo yang menambahkan baris diatas langsung di baris terakhir file .bash_profile:

oracle@NeuronServer:~> echo "alias sqlplus='rlwrap sqlplus'" >> ~/.bash_profile

Semoga bermanfaat and have a lot of fun!

Linux, Oracle , , , , , ,

Mengetahui Ukuran File dan Direktori

December 29th, 2008

Kita bisa menggunakan perintah du untuk mengetahui ukuran sebuah file seperti ini:

alam@NeuronServer:~> du linux-2.6.28.tar.bz2
51488   linux-2.6.28.tar.bz2

Nilai yang ditampilkan secara default dalam ukuran Kilobyte. Berarti ukuran source kernel diatas adalah 51488 Kilobyte.
du menyediakan opsi -h agar informasi yang ditampilkan lebih mudah dipahami:

alam@NeuronServer:~> du -h linux-2.6.28.tar.bz2
51M     linux-2.6.28.tar.bz2

Bagaimana apabila kita ingin mengetahui ukuran sebuah direktori? Penggunaannya seperti tadi:

alam@NeuronServer:~> du -h linux-2.6.28/
40K     linux-2.6.28/firmware/ttusb-budget
188K    linux-2.6.28/firmware/keyspan
264K    linux-2.6.28/firmware/emi26
144K    linux-2.6.28/firmware/edgeport
16K     linux-2.6.28/firmware/ess
...
92K     linux-2.6.28/kernel/irq
172K    linux-2.6.28/kernel/power
280K    linux-2.6.28/kernel/trace
3.2M    linux-2.6.28/kernel
476K    linux-2.6.28/block
344M    linux-2.6.28/

Perintah diatas kurang efektif karena menampilkan informasi ukuran semua file yang ada di direktori linux-2.6.28, padahal yang kita butuhkan hanya ukuran direktori linux-2.6.28 itu sendiri yang ditempatkan di baris paling akhir.
Untuk menyiasatinya lempar output dari perintah du ke perintah tail yang hanya akan menampilkan baris terakhir perintah du tersebut:

alam@NeuronServer:~> du -h linux-2.6.28/ | tail -1
344M    linux-2.6.28/

Opsi -1 dari tail untuk menentukan baris ke berapa yang akan ditampilkan. Defaultnya 10 baris terakhir.

Semoga bermanfaat and have a lot of fun!

Linux

Membuat Application Control Script

December 29th, 2008

Background

Sekitar seminggu yang lalu saya ditugaskan untuk membuat sebuah skrip yang digunakan untuk mengontrol service di Linux. Skrip tersebut harus bisa menjalankan proses server apabila servernya belum dijalankan, mampu memberhentikan service tersebut dan juga merestart server, baik dari keadaan sudah dijalankan atau belum. Server executablenya disini merupakan aplikasi java dalam bentuk java archive.

Work Flow

Apabila user menjalankan skrip tersebut, skripnya akan mengecek apakah user memberikan parameter yang dibutuhkan, yaitu start, restart atau stop. Apabila user memasukkan parameter yang tidak dikenali, skrip akan menampilkan pesan yang memberitahukan bahwa parameter tidak dikenal. Apabila user memberikan parameter start skrip akan memeriksa apakah file server.pid yang berisi pid dari aplikasi tersebut ada atau tidak. Apabila ada skrip akan menampilkan pesan bahwa aplikasi tersebut sudah jalan dengan pid yang dambil dari file server.pid. Apabila belum skrip akan menjalankan aplikasi tersebut dan menyimpan pid dari process itu ke file server.pid. Bila parameter yang diberikan parameter stop maka skrip akan memeriksa apakah aplikasinya memang berjalan dengan mengecek file server.pid. Apabila ada skrip akan memberhentikan process tersebut dengan bantuan pid yang diambil dari file server.pid, dan setelah process-nya berhenti file server.pid tersebut akan dihapus. Apabila file server.pid tidak ditemukan maka skrip akan menampilkan pesan bahwa aplikasi yang dimaksud tidak berjalan. Parameter restart akan menjalankan fungsi stop terlebih dahulu dilanjutkan dengan fungsi start.

Code

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
#!/bin/sh
#License GPL Version 2
#script to start, stop and restart server application
 
#check if user enter the parameter
if [ -z "$1" ]
then
echo "Usage: `basename $0` {start | restart | stop}"
exit
fi
 
#variable that hold java binary
export JAVABIN=`/app/java/jdk1.6.0_03/bin/java`
#variable that hold base directory
export BASEDIR=$HOME/server
#variable that hold jar file or server application location
export JARFILE=$BASEDIR/server.jar
#variable that hold date time format for renaming log file
export DTM=`date +%Y%m%d-%H%M%S`
#variable that hold log file location
export LOG=$BASEDIR/server.log
#variable that hold file containing server pid
export PIDFILE=$BASEDIR/server.pid
 
function startServer(){
if [ -f "$PIDFILE" ]
then
echo "server already running with pid:`cat $PIDFILE`"
else
$JAVABIN -jar $JARFILE &
PID=$!
echo $PID > $PIDFILE
echo "server started with pid:$PID"
fi
}
 
function stopServer(){
#check if server already running
if [ -f "$PIDFILE" ]
then
export PID=`cat $PIDFILE`
echo "server running with pid:$PID"
kill -9 $PID
rm $PIDFILE
mv $LOG $LOG-$DTM
echo "server stopped"
else
echo "server are not running"
fi
}
 
cd $BASEDIR
 
if [ "$1" == "start" ]
then
echo "server start command issued..."
#put the code to start the server here
startServer
exit
elif [ "$1" == "stop" ]
then
echo "server stop command issued..."
#put the code to stop the server here
stopServer
exit
elif [ "$1" == "restart" ]
then
echo "server restart command issued..."
#put the code to restart the server here
stopServer
startServer
exit
else
echo "unknown command `basename $1`, supported command are: start, restart, stop"
exit
fi

Simpan file ini sebagai server.sh. Beri permission execute dengan:

chmod +x server.sh

Jalankan skrip ini dengan perintah:

./server.sh

Explanation

Baris yang pertama berupa:

#!/bin/sh

merupakan opsional. Saya lupa lagi apa istilahnya, intrepeter directive atau apa. Baris ini memberitahukan kepada Linux intrepreter apa yang digunakan untuk mengeksekusi skrip tersebut, dalam hal ini kita meminta agar skrip ini dieksekusi menggunakan shell default yang memiliki path /bin/sh. Di sistem operasi openSUSE /bin/sh merupakan symlink untuk Shell Bash /bin/bash. Apabila kita tidak menggunakan baris ini user harus menjalankan shell dengan skrip ini sebagai parameter seperti dibawah ini:

sh server.sh

Baris berikutnya:

#License GPL Version 2
#script to start, stop and restart server application

merupakan baris komentar. Baris yang diawali dengan # akan diabaikan oleh shell.

Potongan kode berikutnya:

#check if user enter the parameter
if [ -z "$1" ]
then
echo "Usage: `basename $0` start | restart | stop"
exit
fi

untuk melakukan pengecekan apakah user mengeksekusi skrip beserta parameter yang dibutuhkan.

if [ -z "$1" ]

Operator -z digunakan untuk mengecek apakah stringnya null atau tidak. $1 merupakan built-in variable yang dapat kita gunakan untuk mengakses parameter pertama yang dijalankan bersama dengan skrip. Untuk mengakses parameter kedua dan seterusnya ganti nilai 1 dengan 2 dan seterusnya sampai 9. Apabila kosong, yang berarti user tidak memasukkan parameter yang kita harapkan, baris ini menghasilkan nilai true yang berarti akan menjalankan kode berikutnya:

echo "Usage: `basename $0` {start | restart | stop}"
exit

echo digunakan untuk mencetak ke alat output standar, dalam hal ini layar monitor. exit akan menyebabkan skrip untuk keluar.

#variable that hold java binary
export JAVABIN=`/app/java/jdk1.6.0_03/bin/java`
#variable that hold base directory
export BASEDIR=$HOME/server
#variable that hold jar file location
export JARFILE=$BASEDIR/server.jar
#variable that hold date time format for renaming log file
export DTM=`date +%Y%m%d-%H%M%S`
#variable that hold log file location
export LOG=$BASEDIR/server.log
#variable that hold file containing application pid
export PIDFILE=$BASEDIR/server.pid

Potongan kode diatas melakukan insialisasi variabel-variabel yang akan kita gunakan dalam skrip ini. export digunakan untuk menset variabel shell. Pastikan tidak ada spasi antara nama variabel, = dan isi variabelnya. Untuk mengakses variabel tambahkan $ dollar sign didepan nama variabel yang dimaksud.

Perhatikan baris kode ini:

export BASEDIR=$HOME/server

Variable $HOME belum pernah diinisialisasi, lalu bagaimana bisa ada nilainya? Shell Bash memiliki beberapa variabel global yang dapat digunakan oleh process shell-shell yang dijalankan dibawahnya. Dalam hal ini $HOME berisi path home untuk user. Untuk melihat variabel-variabel apa saja yang tersedia, jalankan perintah env di command line. Pastikan variabel yang dinisialisasi belum digunakan untuk menghindari terjadinya konflik variabel.

function startServer(){
if [ -f "$PIDFILE" ]
then
echo "server already running with pid:`cat $PIDFILE`"
else
$JAVABIN -jar $JARFILE &
PID=$!
echo $PID > $PIDFILE
echo "server started with pid:$PID"
fi
}

Potongan kode diatas merupakan fungsi yang digunakan untuk menjalankan server.

function startServer(){

Merupakan syntax untuk membuat fungsi. Syntax ini cukup jelas penggunaannya.

if [ -f "$PIDFILE" ]
then
echo "server already running with pid:`cat $PIDFILE`"

Operator -f digunakan untuk mengecek apakah file yang dimaksud ada yang akan mengembalikan nilai true dan mencetak process id (PID) dari aplikasi server tersebut.

else
$JAVABIN -jar $JARFILE &

Jika file server.pid tidak ada maka aplikasi servernya akan dijalankan, dalam hal ini berarti aplikasi java. Parameter & digunakan untuk mengirim process aplikasi tersebut ke background. Kenapa dikirim ke background? Agar pid aplikasi tersebut dapat diambil menggunakan kode berikut:

PID=$!

Variabel $! digunakan untuk mengambil pid dari background process terakhir, dalam hal ini aplikasi server yang kita jalankan sebelumnya.

echo $PID > $PIDFILE
echo "server started with pid:$PID"
fi
}

Setelah itu nilai pid tersebut disimpan ke dalam file, dan skrip akan menampilkan pesan bahwa server sudah dijalankan dengan pid yang didapatkan sebelumnya.

function stopServer(){
#check if server already running
if [ -f "$PIDFILE" ]
then

Seperti sebelumnya, skrip akan mengecek apakah servernya berjalan atau tidak dengan melihat apakah file server.pid ada atau tidak, apabila ada

export PID=`cat $PIDFILE`
echo "server running with pid:$PID"

nilai pid-nya akan disimpan ke variable $PID

kill -9 $PID

kemudian process tersebut diberhentikan secara paksa menggunakan perintah kill

rm $PIDFILE
mv $LOG $LOG-$DTM
echo "server stopped"

file server.pid kemudian dihapus dan file log yang dihasilkan aplikasi server tersebut di rubah namanya ditambahkan dengan informasi waktu saat perintah ini dijalankan.

else
echo "server are not running"
fi
}

Jika tidak ada skrip akan menampilkan pesan bahwa process yang dimaksud tidak ada.

cd $BASEDIR

Agar semua proses eksekusi dijalankan dari direktori utama, kita pindah ke direktori yang ditentukan sebagai direktori utama dari skrip server ini.

if [ "$1" == "start" ]
then

Kemudian dicek apabila parameter start yang diberikan maka

echo "server start command issued..."
#put the code to start the server here
startServer
exit

skrip akan memanggil fungsi startServer. Cara menjalankan fungsi di bash cukup dengan memanggil nama fungsinya seperti diatas.
Jika yang berikan adalah parameter stop

elif [ "$1" == "stop" ]
then
echo "server stop command issued..."
#put the code to stop the server here
stopServer
exit

maka panggil fungsi stopServer.
Jika parameter yang dipanggil restart

elif [ "$1" == "restart" ]
then
echo "server restart command issued..."
#put the code to restart the server here
stopServer
startServer
exit

Jalankan fungsi stopServer terlebih dahulu dilanjutkan dengan startServer. Fungsi restart disini tidak akan memeriksa apakah aplikasinya sedang berjalan atau tidak, karena memang tidak ada bedanya.
Jika user memberikan parameter diluar yang sudah kita tentukan diatas

else
echo "unknown command `basename $1`, supported command are: start, restart, stop"
exit
fi

maka skrip akan menampilkan pesan bahwa paramater yang dimaksud tidak dikenal.

Summary

Flow dalam scripting language seperti bash cukup mudah untuk dipahami, seperti dalam contoh diatas, skripnya menjalankan baris-baris kodenya satu-persatu mulai dari inisialisasi variabel, pembuatan fungsi sampai flow utamanya yaitu dengan mengecek paramater mana yang dimasukkan user dan menjalankan perintah sesuai dengan parameter yang dimasukkan.
Koreksi, saran dan pertanyaan silakan gunakan fasilitas komentar di bawah ini.

Semoga bermanfaat and have a lot of fun!

Linux , ,