<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Neuronworks &#187; Oracle</title>
	<atom:link href="http://blog.neuronworks.net/tag/oracle/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.neuronworks.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Dec 2011 05:10:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Memodifikasi Data dengan SQL Developer</title>
		<link>http://blog.neuronworks.net/2010/03/06/memodifikasi-data-dengan-sql-developer/</link>
		<comments>http://blog.neuronworks.net/2010/03/06/memodifikasi-data-dengan-sql-developer/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 12:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oracle]]></category>
		<category><![CDATA[database]]></category>
		<category><![CDATA[Java]]></category>
		<category><![CDATA[sqldeveloper]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.neuronworks.net/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu obyek database yang sering mengalami perubahan adalah tabel. Perubahan yang terjadi bisa berupa pembuatan record baru, menghapus record baru, memperbarui record baru dan lain sebagainya. Tulisan ini akan memaparkan bagaimana memodifikasi data dalam tabel menggunakan SQL Developer. Semoga bermanfaat. Ada dua cara untuk memanipulasi data tabel. Cara pertama menggunakan SQL Worksheet seperti pembahasan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu obyek database yang sering mengalami perubahan adalah tabel. Perubahan yang terjadi bisa berupa pembuatan record baru, menghapus record baru, memperbarui record baru dan lain sebagainya. Tulisan ini akan memaparkan bagaimana memodifikasi data dalam tabel menggunakan SQL Developer. Semoga bermanfaat.</p>
<p><span id="more-404"></span>
</p>
<p>Ada dua cara untuk memanipulasi data tabel. Cara pertama menggunakan SQL Worksheet seperti <a href="http://blog.neuronworks.net/2010/03/06/menggunakan-sql-worksheet-di-sql-developer/" target="_self">pembahasan sebelumnya</a>. Kita bisa menjalankan statement-statement seperti insert,delete,update dan statement lainnya menggunakan SQL Worksheet. Cara kedua dengan mengakses tabel tersebut menggunakan schema browser.</p>
<p>Di <a href="http://blog.neuronworks.net/2010/02/11/membuat-koneksi-sqldeveloper/" target="_blank">tulisan sebelumnya</a> kita membuat koneksi untuk terhubung ke schema Oracle. Apabila berhasil membuat koneksi, di panel <strong>Connections</strong> di sebelah kiri akan menampilkan schema yang telah berhasil dibuat tersebut. Schema ini menggunakan struktur tree dalam menampilkan obyek-obyek yang terdapat di dalam schema tersebut. Apabila schema ini diexpand akan menampilkan obyek-obyek schema yang dikelompokkan berdasarkan kelompok obyek-nya. Setiap kelompok obyek masih dapat di-expand lagi untuk menampilkan obyek-obyek schema tersebut.</p>
<p><img src="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/03/sqldev_20100306_014-162x300.png" alt="Schema browser" /></p>
<p>Kelompok obyek yang ditampilkan paling atas merupakan <strong>Tables</strong>. Dibawahnya terdapat tabel-tabel yang dimiliki schema tersebut. Klik kiri pada tabel akan menampilkan detail tabel tersebut di panel kerja sebelah kanan.</p>
<p>Panel kerja sekarang menampilkan tab baru seperti SQL Worksheet, bedanya sekarang tab tersebut memiliki nama sesuai dengan nama tabel yang tadi dipilih. Isi dalam tab nya pun berbeda dengan yang dimiliki worksheet. Untuk memodifikasi data dalam tabel tersebut gunakan tab Data.</p>
<p><img src="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/03/sqldev_20100306_013-300x117.png" alt="Table data" /></p>
<p>Untuk menambahkan row baru klik di icon Insert Row berupa icon kotak putih dengan plus di sampingnya. Row yang baru akan ditambahkan di bawah row dimana cursor saat ini aktif. Data bisa dimasukkan dengan mengklik langsung di row yang akan ditambahkan datanya. Beberapa tipe kolom memiliki jendela input yang sesuai dengan tipe kolom tersebut, sebagai contoh tipe kolom <strong>VARCHAR2</strong> akan menampilkan text area sebagai jendela inputnya, sementara tipe kolom <strong>DATE</strong> akan menampilkan pemilihan tanggal.</p>
<p>Untuk menghapus row klik row yang akan dihapus dan klik tombol <strong>Delete Selected Row</strong> berupa icon silang merah. Row yang akan ditambahkan memiliki row id yang memilik tanda plus yang diliputi kotak berwarna hijau, sedangkan row yang akan dihapus memiliki tanda minus dengan kotak berwarna merah. Segala perubahan yang dilakukan masih dilakukan di tingkat aplikasi, dengan kata lain belum disubmit ke database sebelum tombol <strong>Commit Changes</strong> berupa icon disk dengan check list disampingnya diklik. Sebaliknya <strong>Rollback Changes</strong> akan mengembalikan data tabel ke keadaan awal sebelum ada perubahan.</p>
<p><img src="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/03/sqldev_20100306_012-300x94.png" alt="Data manipulation" /></p>
<p>Default-nya tab Tables akan terbuka satu saja. Misalnya apabila saat ini kita membuka tabel Countries kemudian meng-klik tabel Departments maka tab Tables Countries akan digantikan dengan tab Tables Departments. Untuk memungkinkan kita membuka banyak tab Tables sekaligus gunakan tombol <strong>Freeze View</strong> berupa icon pin merah di tab yang ingin kita pertahankan tab-nya.</p>
<p><img src="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/03/sqldev_20100306_016.png" alt="Freeze View" /></p>
<p>Sekian tulisan mengenai memodifikasi data tabel menggunakan SQL Developer. Pembahasan berikutnya mengenai bagaimana mengekspor dan mengimpor obyek database.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.neuronworks.net/2010/03/06/memodifikasi-data-dengan-sql-developer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan SQL Worksheet di SQL Developer</title>
		<link>http://blog.neuronworks.net/2010/03/06/menggunakan-sql-worksheet-di-sql-developer/</link>
		<comments>http://blog.neuronworks.net/2010/03/06/menggunakan-sql-worksheet-di-sql-developer/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 09:22:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oracle]]></category>
		<category><![CDATA[database]]></category>
		<category><![CDATA[Java]]></category>
		<category><![CDATA[sqldeveloper]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.neuronworks.net/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu fitur utama dari SQL Developer adalah SQL Worksheet. Dengan menggunakan worksheet kita dapat menjalankan statement-statement SQL dan apabila diperlukan menampilkan output dari statement tersebut. SQL Worksheet akan otomatis terbuka setiap kali kita membuka sebuah koneksi. Worksheet sendiri berupa area putih luas dimana kita di dalamnya kita dapat mengetikkan berbagai statement SQL. Sebagai contoh]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu fitur utama dari SQL Developer adalah SQL Worksheet. Dengan menggunakan worksheet kita dapat menjalankan statement-statement SQL dan apabila diperlukan menampilkan output dari statement tersebut.</p>
<p><span id="more-385"></span>
<p>SQL Worksheet akan otomatis terbuka setiap kali kita membuka sebuah koneksi. Worksheet sendiri berupa area putih luas dimana kita di dalamnya kita dapat mengetikkan berbagai statement SQL. Sebagai contoh untuk mengetahui informasi versi-versi dari software Oracle yang digunakan kita mengetikkan di worksheet <strong>select banner from v$version;</strong>. Untuk menjalankan statement tersebut ada dua cara, yang pertama dengan menggunakan tombol keyboard <strong>SHIFT + ENTER</strong>. Cara yang kedua dengan menggunakan tombol keyboard <strong>F9</strong>. Pastikan posisi kursor berada di dalam statement yang akan dijalankan. Apabila tidak terjadi error, output dari query tersebut akan ditampilkan di tab <strong>Query Result</strong> yang terletak di bawah worksheet. Error juga akan ditampilkan di tab Query Result tersebut.</p>
<p><img src="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/03/sqldev_20100306_001-300x169.png" alt="Query Result" /></p>
<p>Data yang ditampilkan sebagai output dapat kita kopi ke clipboard. Cukup klik di row yang dimaksud dan tekan shortcut untuk perintah copy yaitu <strong>CTRL + C</strong>. Data yang dipilih sekarang berada di clipboard.</p>
<p>Defaultnya worksheet yang kita gunakan hanya akan menampilkan satu Query Result tab. Setiap statement yang dijalankan di worksheet tersebut akan menimpa output statement sebelumnya. Kita dapat menggunakan fitur pin tab untuk mengunci tab output tersebut. Statement berikutnya yang dijalankan setelah kita meng-pin tab tersebut akan ditampilkan di tab Query Result yang baru.</p>
<p><img src="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/03/sqldev_20100306_007-300x132.png" alt="Pin tab" /></p>
<p>Apabila statement yang dijalankan mencetak informasi berupa dbms output, kita perlu mengaktifkan dbms output terlebih dahulu. Opsi tersebut dapat di temukan di menu <strong>View -&gt; Dbms Output</strong>. Setelah diaktifkan akan tampil tab baru <strong>Dbms Output</strong> di bawah tab Query Result. Klik icon plus di tab Dbms Output, kemudian pilih koneksi yang ingin ditampilkan output-nya.</p>
<p><img src="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/03/sqldev_20100306_002-300x106.png" alt="Dbms Output" /></p>
<p>SQL Developer juga memiliki fitur auto complete. Salah satunya auto complete untuk nama tabel. Sebagai contoh coba ketikkan <strong>select * from v$</strong>, tunggu sesaat, setelah itu akan muncul daftar nama tabel yang memiliki awalan <strong>v$</strong>. Gunakan tombol panah keyboard untuk memilih kemudian tekan <strong>ENTER</strong>. </p>
<p><img src="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/03/sqldev_20100306_006-300x160.png" alt="Statement auto complete" /></p>
<p>Selain nama table auto complete juga mendukung statement, seperti menawarkan <strong>select * from table</strong> apabila kita berhenti mengetik di <strong>select</strong>.</p>
<p>SQL Developer juga memiliki history untuk worksheet-nya. Tekan <strong>F8</strong> untuk menampilkan tab <strong>SQL History</strong>. Statement-statement yang pernah dijalankan sebelumnya akan ditampilkan mulai dari statement yang terakhir dijalankan.</p>
<p><img src="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/03/sqldev_20100306_003-300x123.png" alt="SQL History" /></p>
<p>Untuk menjalankan explain plan gunakan tombol <strong>F10</strong>. Pastikan cursor berada di statement yang akan dijalankan. Untuk melakukan commit ke database gunakan tombol <strong>F11</strong>, dan untuk melakukan rollback gunakan tombol <strong>F12</strong>. Atau gunakan tombol-tombol diatas tab worksheet untuk menjalankan semua fungsi tadi. Arahkan pointer diatas tombol yang dimaksud untuk mengetahui fungsinya.</p>
<p><img src="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/03/sqldev_20100306_005-300x96.png" alt="Button caption" /></p>
<p>Sekian untuk pembahasan SQL Worksheet di SQL Developer. Tulisan berikutnya akan menjelaskan bagaimana caranya memodifikasi data menggunakan SQL Developer.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.neuronworks.net/2010/03/06/menggunakan-sql-worksheet-di-sql-developer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Koneksi SQL Developer</title>
		<link>http://blog.neuronworks.net/2010/02/11/membuat-koneksi-sqldeveloper/</link>
		<comments>http://blog.neuronworks.net/2010/02/11/membuat-koneksi-sqldeveloper/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 13:43:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oracle]]></category>
		<category><![CDATA[database]]></category>
		<category><![CDATA[Java]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[sqldeveloper]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.neuronworks.net/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[SQL Developer (SQLDev) mendukung beberapa metode koneksi diantaranya basic connection, TNS, LDAP dan JDBC string. Tulisan ini akan membahas bagaimana caranya membuat koneksi menggunakan dua metode yang paling banyak digunakan yaitu basic connection dan TNS. Dalam contoh ini kita sudah memiliki informasi mengenai server Oracle yang akan kita gunakan sebagai berikut: IP address: 192.168.1.1 Port:]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SQL Developer (SQLDev) mendukung beberapa metode koneksi diantaranya basic connection, TNS, LDAP dan JDBC string. Tulisan ini akan membahas bagaimana caranya membuat koneksi menggunakan dua metode yang paling banyak digunakan yaitu basic connection dan TNS.</p>
<p><span id="more-364"></span></p>
<p>Dalam contoh ini kita sudah memiliki informasi mengenai server Oracle yang akan kita gunakan sebagai berikut:<br />
IP address: 192.168.1.1<br />
Port: 1521<br />
SID: xe<br />
Username: hr<br />
Password: hr</p>
<h4>Basic Connection</h4>
<p>Buka SQLDev. Tutup jendela tips yang muncul. SQLDev memiliki dua area utama tempat kita bekerja. Area sebelah kiri yang berukuran lebih kecil area tempat kita mengakses schema yang tersedia. Area sebelah kanan yang berukuran lebih besar merupakan area utama tempat mengerjakan berbagai aktifitas seperti menjalankan query atau mengedit PL/SQL.</p>
<p>Di panel sebelah kiri ada dua tab yang sudah muncul yaitu <strong>Connections</strong> dan <strong>Reports</strong>. Karena ini instalasi SQLDev yang baru maka belum ada satupun koneksi yang tersedia. Klik icon plus untuk membuka kotak dialog <strong>New/Select Database Connection</strong>. Default-nya tipe koneksi akan menggunakan tipe basic connection.</p>
<p><a href="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/02/sqldev_newconn.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-371" title="sqldev_newconn" src="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/02/sqldev_newconn.png" alt="" width="289" height="92" /></a></p>
<p>Field <strong>Connection Name</strong> merupakan nama koneksi yang akan digunakan. Ini digunakan untuk membedakan antar koneksi yang ada di SQLDev. Field <strong>Username</strong> merupakan username atau schema Oracle yang akan kita gunakan. Dalam hal ini berarti hr. Field <strong>Password</strong> merupakan password untuk schema yang akan digunakan, dalam hal ini password untuk hr yaitu hr.</p>
<p>Check box <strong>Save Password</strong> digunakan untuk menentukan apakah password untuk koneksi ini akan disimpan atau tidak. Apabila tidak disimpan kita akan diminta memasukkan password setiap kali membuka koneksi. Password yang disimpan akan dienkripsi untuk menjaga kerahasiaan password.</p>
<p>Combo box <strong>Role</strong> digunakan untuk menentukan tipe user, pilihan yang ada diantaranya <strong>SYSDBA</strong>. Combo box <strong>Connection Type</strong> menentukan tipe koneksi, yang juga menentukan opsi-opsi berikutnya yang ada sesuai dengan tipe koneksi yang digunakan. Karena tipe koneksi yang digunakan adalah basic connection maka disini kita pilih tipe <strong>Basic</strong>.</p>
<p>Opsi selanjutnya akan berbeda sesuai dengan tipe koneksi yang dipilih. Untuk tipe <strong>Basic</strong> akan menampilkan field <strong>Hostname</strong>, <strong>Port</strong>, dan <strong>SID</strong> atau <strong>Service name</strong>. Field Hostname diisi dengan nama komputer atau IP address server Oracle, dalam hal ini 192.168.1.1. Untuk <strong>Port</strong> dan <strong>SID</strong> diisikan di field masing-masing sesuai informasi server, yaitu 1521 untuk field <strong>Port</strong> dan xe untuk field <strong>SID</strong>.</p>
<p>Setelah semua yang dibutuhkan terisi kita bisa mengecek apakah koneksi yang kita buat tepat atau tidak dengan mengklik tombol <strong>Test</strong>. Informasi <strong>Status</strong> di pojok kiri bawah akan menunjukan apakah koneksinya berhasil atau tidak.</p>
<p><a href="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/02/Screenshot-New-Select-Database-Connection-1.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-369" title="Screenshot-New - Select Database Connection-1" src="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/02/Screenshot-New-Select-Database-Connection-1-300x156.png" alt="" width="300" height="156" /></a></p>
<p>Apabila berhasil simpan koneksi dengan mengklik tombol <strong>Save</strong> atau klik tombol <strong>Connect</strong> apabila hendak langsung membuka koneksi ke schema koneksi yang sudah kita buat. Default-nya SQLDev akan membuka worksheet untuk koneksi yang kita buat.</p>
<h4>TNS</h4>
<p>Merupakan metoda konektifitas standar yang digunakan Oracle untuk koneksi antar database. Berbeda dengan sebelumnya dimana kita harus mengisikan parameter untuk informasi server seperti IP dan port, dengan TNS parameter-parameter tersebut disimpan di satu tempat dan dapat digunakan oleh banyak aplikasi sebagai sumber informasi konektifitas database Oracle.</p>
<p>Informasi koneksi tersebut disimpan di file <strong>TNSNAMES.ORA</strong> yang biasanya terletak di direktori <strong>$ORACLE_HOME/NETWORK/ADMIN</strong> dimana <strong>$ORACLE_HOME</strong> merupakan direktori tempat Oracle server berada. Instalasi Oracle server di komputer akan otomatis membuat file ini. Apabila tidak menginstall Oracle server kita bisa membuat sendiri file <strong>TNSNAMES.ORA</strong> dan tempatkan di satu direktori. Sebagai contoh apabila di Windows tempatkan di <strong>C:\tns</strong>, apabila di Linux tempatkan di direktori <strong>$HOME/tns</strong> misal <strong>/home/alam/tns</strong>. Setelah itu buat environment variable <strong>TNS_ADMIN</strong> yang isinya direktori tempat file <strong>TNSNAMES.ORA</strong> tadi, baik itu <strong>C:\tns</strong> maupun <strong>/home/alam/tns</strong>. Gunakan perintah berikut untuk membuat environment variable di Linux:</p>

<div class="wp_syntax"><div class="code"><pre class="bash" style="font-family:monospace;"><span style="color: #7a0874; font-weight: bold;">export</span> <span style="color: #007800;">TNS_ADMIN</span>=<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>home<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>alam<span style="color: #000000; font-weight: bold;">/</span>tns</pre></div></div>

<p>SQLDev akan menggunakan variable ini dan membaca file <strong>TNSNAMES.ORA</strong> di dalamnya.</p>
<p>Isi file <strong>TNSNAMES.ORA</strong> sendiri memiliki sistem penulisan tersendiri. Dari contoh informasi server diatas berikut penulisan entri TNS-nys:</p>
<pre>HR  =
  (DESCRIPTION =
    (ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = 192.168.1.1)(PORT = 1521))
    (CONNECT_DATA =
      (SERVER = DEDICATED)
      (SERVICE_NAME = XE)
    )
  )
</pre>
<p>Nilai <strong>HR</strong> diatas merupakan nama koneksinya. Untuk parameter-parameter berikutnya tempatkan sesuai contoh diatas seperti untuk hostname di <strong>HOST</strong> dan seterusnya. Perhatikan indentasi untuk setiap baris karena ini juga menentukan apakah informasinya terbaca atau tidak.</p>
<p>Setelah selesai mengisikan parameter TNS sekarang kita coba membuat koneksi dengan SQLDev. Buka kembali kotak dialog <strong>New/Select Database Connection</strong>. Isikan field <strong>Connection Name</strong>, <strong>Username</strong> dan <strong>Password</strong> seperti sebelumnya. Untuk <strong>Connection Type</strong> kali ini kita pilih <strong>TNS</strong>. Kemudian di <strong>Network Alias</strong> pilih nama koneksi yang sudah kita buat sebelumnya di file <strong>TNSNAMES.ORA</strong> yaitu <strong>HR</strong>. Tes koneksi dengan mengklik tombol <strong>Test</strong>. Apabila sukses klik tombol <strong>Save</strong> atau buka langsung koneksinya dengan tombol <strong>Connect</strong>.</p>
<p><a href="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/02/Screenshot-New-Select-Database-Connection-3.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-370" title="Screenshot-New - Select Database Connection-3" src="http://blog.neuronworks.net/wp-content/uploads/2010/02/Screenshot-New-Select-Database-Connection-3-300x156.png" alt="" width="300" height="156" /></a></p>
<p>Setelah mengetahui bagaimana caranya memasang dan membuat koneksi di SQLDev, tulisan berikutnya kita akan mulai membahas bagaimana bekerja dengan SQLDev.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.neuronworks.net/2010/02/11/membuat-koneksi-sqldeveloper/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

