Membuat Koneksi SQL Developer
SQL Developer (SQLDev) mendukung beberapa metode koneksi diantaranya basic connection, TNS, LDAP dan JDBC string. Tulisan ini akan membahas bagaimana caranya membuat koneksi menggunakan dua metode yang paling banyak digunakan yaitu basic connection dan TNS.
Dalam contoh ini kita sudah memiliki informasi mengenai server Oracle yang akan kita gunakan sebagai berikut:
IP address: 192.168.1.1
Port: 1521
SID: xe
Username: hr
Password: hr
Basic Connection
Buka SQLDev. Tutup jendela tips yang muncul. SQLDev memiliki dua area utama tempat kita bekerja. Area sebelah kiri yang berukuran lebih kecil area tempat kita mengakses schema yang tersedia. Area sebelah kanan yang berukuran lebih besar merupakan area utama tempat mengerjakan berbagai aktifitas seperti menjalankan query atau mengedit PL/SQL.
Di panel sebelah kiri ada dua tab yang sudah muncul yaitu Connections dan Reports. Karena ini instalasi SQLDev yang baru maka belum ada satupun koneksi yang tersedia. Klik icon plus untuk membuka kotak dialog New/Select Database Connection. Default-nya tipe koneksi akan menggunakan tipe basic connection.
Field Connection Name merupakan nama koneksi yang akan digunakan. Ini digunakan untuk membedakan antar koneksi yang ada di SQLDev. Field Username merupakan username atau schema Oracle yang akan kita gunakan. Dalam hal ini berarti hr. Field Password merupakan password untuk schema yang akan digunakan, dalam hal ini password untuk hr yaitu hr.
Check box Save Password digunakan untuk menentukan apakah password untuk koneksi ini akan disimpan atau tidak. Apabila tidak disimpan kita akan diminta memasukkan password setiap kali membuka koneksi. Password yang disimpan akan dienkripsi untuk menjaga kerahasiaan password.
Combo box Role digunakan untuk menentukan tipe user, pilihan yang ada diantaranya SYSDBA. Combo box Connection Type menentukan tipe koneksi, yang juga menentukan opsi-opsi berikutnya yang ada sesuai dengan tipe koneksi yang digunakan. Karena tipe koneksi yang digunakan adalah basic connection maka disini kita pilih tipe Basic.
Opsi selanjutnya akan berbeda sesuai dengan tipe koneksi yang dipilih. Untuk tipe Basic akan menampilkan field Hostname, Port, dan SID atau Service name. Field Hostname diisi dengan nama komputer atau IP address server Oracle, dalam hal ini 192.168.1.1. Untuk Port dan SID diisikan di field masing-masing sesuai informasi server, yaitu 1521 untuk field Port dan xe untuk field SID.
Setelah semua yang dibutuhkan terisi kita bisa mengecek apakah koneksi yang kita buat tepat atau tidak dengan mengklik tombol Test. Informasi Status di pojok kiri bawah akan menunjukan apakah koneksinya berhasil atau tidak.
Apabila berhasil simpan koneksi dengan mengklik tombol Save atau klik tombol Connect apabila hendak langsung membuka koneksi ke schema koneksi yang sudah kita buat. Default-nya SQLDev akan membuka worksheet untuk koneksi yang kita buat.
TNS
Merupakan metoda konektifitas standar yang digunakan Oracle untuk koneksi antar database. Berbeda dengan sebelumnya dimana kita harus mengisikan parameter untuk informasi server seperti IP dan port, dengan TNS parameter-parameter tersebut disimpan di satu tempat dan dapat digunakan oleh banyak aplikasi sebagai sumber informasi konektifitas database Oracle.
Informasi koneksi tersebut disimpan di file TNSNAMES.ORA yang biasanya terletak di direktori $ORACLE_HOME/NETWORK/ADMIN dimana $ORACLE_HOME merupakan direktori tempat Oracle server berada. Instalasi Oracle server di komputer akan otomatis membuat file ini. Apabila tidak menginstall Oracle server kita bisa membuat sendiri file TNSNAMES.ORA dan tempatkan di satu direktori. Sebagai contoh apabila di Windows tempatkan di C:\tns, apabila di Linux tempatkan di direktori $HOME/tns misal /home/alam/tns. Setelah itu buat environment variable TNS_ADMIN yang isinya direktori tempat file TNSNAMES.ORA tadi, baik itu C:\tns maupun /home/alam/tns. Gunakan perintah berikut untuk membuat environment variable di Linux:
export TNS_ADMIN=/home/alam/tns
SQLDev akan menggunakan variable ini dan membaca file TNSNAMES.ORA di dalamnya.
Isi file TNSNAMES.ORA sendiri memiliki sistem penulisan tersendiri. Dari contoh informasi server diatas berikut penulisan entri TNS-nys:
HR =
(DESCRIPTION =
(ADDRESS = (PROTOCOL = TCP)(HOST = 192.168.1.1)(PORT = 1521))
(CONNECT_DATA =
(SERVER = DEDICATED)
(SERVICE_NAME = XE)
)
)
Nilai HR diatas merupakan nama koneksinya. Untuk parameter-parameter berikutnya tempatkan sesuai contoh diatas seperti untuk hostname di HOST dan seterusnya. Perhatikan indentasi untuk setiap baris karena ini juga menentukan apakah informasinya terbaca atau tidak.
Setelah selesai mengisikan parameter TNS sekarang kita coba membuat koneksi dengan SQLDev. Buka kembali kotak dialog New/Select Database Connection. Isikan field Connection Name, Username dan Password seperti sebelumnya. Untuk Connection Type kali ini kita pilih TNS. Kemudian di Network Alias pilih nama koneksi yang sudah kita buat sebelumnya di file TNSNAMES.ORA yaitu HR. Tes koneksi dengan mengklik tombol Test. Apabila sukses klik tombol Save atau buka langsung koneksinya dengan tombol Connect.
Setelah mengetahui bagaimana caranya memasang dan membuat koneksi di SQLDev, tulisan berikutnya kita akan mulai membahas bagaimana bekerja dengan SQLDev.
| Print article | This entry was posted by alam on February 11, 2010 at 1:43 pm, and is filed under Oracle. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |


